WHAT'S NEW?
Loading...
ASAL TANAMAN PORANG

Meski sudah menjadi incaran para investor, asal tanaman porang masih banyak yang belum mengetahuinya. Sebelum mengetahui asal tanaman porang, pengertian lebih jelasnya harus dipahami terlebih dahulu. Porang merupakan tanaman herbal yang dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian sekitar 1,5 meter. Secara fisik, tanaman porang tumbuh dengan tangkai tunggal atau batang bercorak belang-belang hijau-putih. Biasanya, porang tumbuh di bawah pepohonan penyangga seperti pohon jati sehingga banyak ditemukan di hutan tropis.

Asal Tanaman Porang dan Perkembangannya di Indonesia


Porang atau iles-iles mulai ditemukan dari Kepulauan Andaman, India. Kemudian, setelah itu barulah menyebar ke arah Timur melalui Vietnam, lalu Thailand, dan akhirnya tumbuh pula di Indonesia. Sama seperti suweg, porang atau iles-iles dapat tumbuh baik pada tanah bertekstur ringan yakni pada kondisi liat berpasir, struktur yang gembur, dan kaya akan unsur hara. Di samping itu, porang juga harus mendapatkan pengairan yang baik, kandungan humus dalam tanah tinggi, serta memiliki pH tanah 6 hingga 7.

Masa panen umbi porang hanya 2 musim dalam perawatan dimana artinya keseimbangan unsur tanah melalui pemupukan wajib dilakukan agar mendapatkan hasil yang maksimal. Dalam dua musim, satu pohon rata-rata bisa menghasilkan3 hingga 5 kg bahkan bisa mencapai 10 kg dengan perawatan yang bagus seperti menggunakan pupuk atau kompos.

Meski bentuk porang tidak beraturan dan membuat orang yang menyentuhnya secara langsung merasakan gatal, namun tanaman ini menjadi buruan para investor. Investor dari Jepang dan China sejak beberapa tahun terakhir sudah mulai memburu porang dengan harga kira-kira RP 40 hingga 60 ribu per kilogram. Salah satu komoditas budidaya porang terletak di Sulawesi Selatan. Selain Sulawesi Selatan, daerah Jawa khususnya Jawa Tengah juga sudah memaksimalkan bisnis porang hingga dikenal dengan nilai ekonomisnya yang cukup tinggi seperti sekarang ini.

Beberapa Persiapan untuk Lahan Budidaya Porang


Setelah mengetahui asal tanaman porang, persiapan lahan tanamnya juga perlu dipahami. Lokasi paling bagus yang dapat digunakan sebagai lahan budidaya porang adalah di bawah naungan pepohonan. Namun, pada lahan terbuka pun porang dapat tumbuh dengan baik dan normal asal diberikan naungan seperti paranet agar intensitas sinar matahari tidak terlalu berlebihan. Beberapa persiapan yang perlu dilakukan pada lahan untuk menanam porang, adalah sebagai berikut:


  • Bersihkan lahan yang akan digunakan untuk menanam porang dari gulma dan sisa tanaman.
  • Setiap 4 Ha dijadikan 1 blok dan dibuat jalan pemeriksaan selebar 2 meter sebagai batas balok.
  • Pemasangan ajir dengan jarak 1mx1m baik untuk penanaman dengan teknik umbi maupun katak.
  • Buat jalur dengan menggunakan cangkul selebar 0,5 m, sementara untuk bibit yang menggunakan katak ditaman pada jalur yang sudah dicangkul.
  • Buat lubang tanam untuk bibit yang menggunakan umbi dengan ukuran lubang sekitar 20x20x20 cm.
  • Berikan pupuk dasar yang dilakukan sebelum umbi ditaman sebanyak 0,5 kg/lubang yang dicampur dengan top soil.

Beragam Manfaat Porang yang Perlu Diketahui


Tak hanya asal tanaman porang yang penting diketahui, namun perlu juga mengetahui manfaatnya. Manfaat porang atau iles-iles sangat baik, salah satunya di bidang industri dan kesehatan. Hal ini dikarenakan kandungan glukomanan dalam tanaman porang yakni tepung umbinya. Selain glukomanan, tanaman porang juga mampu menghasilkan karbohidrat dan memiliki citra rasa netral sehingga mudah dipadupadankan dengan beragam bahan pangan. Porang yang sudah menjadi tepung dapat berguna untuk menekan peningkatan kadar glukosa dalam darah sekaligus mengurangi risiko kolesterol.

Porang atau iles-iles yang dimanfaatkan pembuatan beberapa makanan ini memiliki serat pangan dalam jumlah besar. Karena itu, mengonsumsi makanan yang mengandung porang bisa meningkatkan daya tahan tubuh terhadap berbagai penyakit, seperti kanker usus besar, divertikular, kardiovaskular, kegemukan, kolesterol tinggi dalam darah, hingga kencing manis. Di Filipina sendiri, umbi porang kerap ditepungkan sebagai pengganti terigu dalam pembuatan roti. Sementara di Jepang, umbi porang telah banyak dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan mie. 
KARAKTERISTIK TEPUNG PORANG

Karakteristik tepung porang yang mudah dimanfaatkan oleh bahan pembuatan makanan tertentu menjadi daya tarik untuk membudidayakannya. Porang atau Amorphophallus muelleri Blume merupakan salah satu jenis tanaman iles-iles yang tumbuh di dalam hutan. Tanaman porang menghasilkan beberapa macam umbi, yakni umbi batang yang berada di dalam tanah dan umbi tetas atau bupil yang terdapat pada setiap pangkal cabang atau tulang-tulang daun.

Umbi yang paling banyak dimanfaatkan adalah umbi batang dengan bentuk bulatan dan bagian atasnya berlekuk dangkal tempat bekas tumbuhnya tangkai. Umbi ini terdiri atas bagian kulit dan daging umbi. Sementara untuk kulitnya, akan berwarna keabu-abuan ketika panen dan jika dibiarkan beberapa hari dapat berubah menjadi kehitaman. Bagian kulit umbi yang terkelupas akan mengeluarkan getah yang licin dan menyebabkan rasa gatal pada kulit. Daging porang sendiri biasanya berwarna kekuningan dan berisi karbohidrat yang berfungsi bagi pertumbuhan selanjutnya.

Bagaimana Tahap Pembuatan Tepung Porang?


Dalam tiap pohon porang yang ditanam bisa mendapatkan hasil umbi sebanyak 2 kilogram. Sementara untuk satu hektar, hasil panen yang akan diperoleh adalah 12 ton atau kurang lebih sekitar 1,5 ton umbi kering. Untuk masa panen yang paling ideal bisa dilakukan ketika tanaman berusia 3 tahun atau 3 kali masa pertumbuhan. Kisaran harga tanaman porang secara umum biasanya berkisar Rp 800/kg dalam keadaan basah. Sementara, jika dijual dalam keadaan kering atau dalam bentuk irisan keripik bisa berkisar Rp 9.000/ kg.

Ketika ingin mengolah porang, beberapa tahapan harus dilalui agar menghasilkan karakteristik tepung porang yang berkualitas tinggi. Umbi porang yang sudah dipanen akan dikupas kemudian dicuci dan diiris-iris dengan ketebalan 0,5 cm. Perajangan pada umbi dilakukan untuk mempermudah proses pengeringan, pengemasan, serta penggilingan. Irisan umbi kemudian direndam dalam larutan HCl 0,2 N selama 5 menit. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan kalsium oksalat pada jaringan umbi yang menjadi penyebab utama rasa gatal.

Tahap berikutnya adalah pengeringan yang bertujuan untuk mengurangi kadar air dalam tanaman dan menghentikan reaksi enzimatik sehingga dapat mencegah terjadinya pembusukan. Setelah kering, umbi yang telah berbentuk chips ini kemudian digiling dan diayak hingga didapatkan tepung porang kasar. Untuk memisahkan glukomanan pada tepung kasar, maka akan dilakukan pemisahan fisik menggunakan ayakan.

Tepung Porang dan Manfaatnya Bagi Manusia


Tepung mannan atau porang memiliki manfaat yang cukup banyak, di antaranya sebagai bahan pengental dalam industri pangan, bahan baku pada industri kertas, sebagai pengikat dalam pembuatan tablet, serta media pertumbuhan mikroba pengganti agar. Porang tak hanya berguna dalam industri, namun juga berbagai industri non pangan lainnya. Beberapa manfaat porang di antaranya adalah industri farmasi, industri tekstil, kulit buatan, kosmetika, plastik, lem, bahan toilet, pemurnian mineral, dan penjernihan air.

Pohon porang memiliki prospek dan nilai ekonomis yang sangat menjanjikan. Sehingga jika ingin memulai untuk melakukan budidaya porang, maka tidak akan mengalami kerugian yang cukup serius. Dengan karakteristik tepung porang yang bagus ini menjadikannya salah satu target pasar mancanegara karena beberapa negara sering menggunakannya dalam kehidupan hari-hari. Beberapa negara tujuan pengiriman porang adalah Jepang, China, hingga Vietnam. 
CARA MEMBUAT TEPUNG PORANG

Cara membuat tepung porang tidaklah semudah membuat tepung dari bahan lainnya. Seperti namanya, tepung porang terbuat dari tanaman porang atau dikenal juga dengan nama iles-iles. Porang merupakan tamanan yang mengandung glukomanan tinggi dimana termasuk serta pangan yang bersifat hidrokologis dan rendah kalori. Tepung porang dengan kadar glukomanan yang tinggi maka akan memiliki harga jual yang tinggi pula.

Cara Pembuatan Tepung Tanaman Porang


Glukomanan umumnya dijual dalam bentuk chips, yakni berupa irisan umbi porang yang sudah dikeringkan. Glukomanan juga memiliki sifat yang istimewa, di antaranya dapat membentuk larutan kental dalam air sehingga banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku kertas, tekstil, perekat, bahan kosmetik, hingga bahan pembuat seluloid. Tepung porang dimanfaatkan sebagai salah satu produk olahan makanan, yaitu Konyaku yang berasal dari Jepang. Namun sebelumnya, cara membuat tepung porang harus diketahui terlebih dahulu.


  • Tahap pencucian


Umbi porang yang sudah dipanen dimasukkan ke dalam keranjang besi putar bersamaan dengan pengguyuran air mengalir secara terus menerus. Hal ini perlu dilakukan karena pada tahap pencucian, tanah yang menempel di bagian umbi porang bisa hilang sebab biasanya petani kurang memperhatikan kebersihannya.


  • Tahap penyortiran


Dalam tahap penyortiran ini, umbi porang akan dipilih seperti bagian mana yang memiliki kualitas bagus dan mana yang sudah mengalami pembusukkan. Hal ini dilakukan karena terkadang umbi porang akan ditumpuk sehingga banyak yang sudah membusuk sebelum diolah.


  • Proses pengrajangan


Pada proses ini, umbi porang akan dirajang oleh mesin secara tipis-tipis selebar korek api. Pengrajangan umbi porang biasanya sudah disesuaikan dengan sistem penyetelan sehingga ukurannya bisa sama. Setelah semua diiris tipis, barulah selanjutnya dikeringkan.


  • Proses pengeringan


Tahap atau proses ini bisa pula disebut dengan proses akhir, yakni penjemuran sampai kering. Ciri ciri umbi porang yang sudah benar-benar kering adalah kalau dilipat bisa mengeluarkan bunyi atau tidak lentur. Jika ketika dilipat lentur, maka dapat dipastikan irisan porang belum kering dan membutuhkan penjemuran kembali.


  • Proses penggilingan


Jika umbi porang yang sudah diiris tipis dan dijemur kering tadi selesai, maka langkah selanjutnya adalah menggilingnya. Proses penggilingan biasanya menggunakan mesin selama beberapa saat. Penggilingan harus dilakukan cukup lama agar chips porang dapat berubah menjadi tepung.


  • Proses pemisahan


Chips porang yang sudah berbentuk tepung kemudian akan dilewatkan ke mesin goyang. Langkah ini dilakukan karena secara efektif akan memisahkan amilum, jarum-jarum oksalah dan bagian yang melapisi partikel manan. Partikel-partikel inilah yang kemudian disebut dengan tepung mannan.

Konyaku, Hasil Olahan dari Tepung Porang


Budidaya tanaman porang yang semakin berkembang saat ini menjadikannya bahan pangan yang cukup populer. Konyaku merupakan makanan asal negara Jepang yang berbahan dasar tepung porang. Porang memang sudah menjadi bahan pangan populer yang digunakan oleh Jepang. Cara pembuatan konyaku atau tahu jepang ini cukuplah mudah dan dapat dipraktikkan di rumah. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mempersiapkan bahan-bahannya.

Bahan utama, yakni tepung porang harus dipersiapkan dengan baik diikuti air kapur sirih. Pertama-tama, ambil tepung mannan atau porang yang kemudian di kukus sampai air dalam panci atau dandang mendidih. Selanjutnya, campur air 1 bagian dan 2 bagian air kapur sirih dengan perbandingan jumlah volume atau tempat wadah. Campurkan bahan-bahan tersebut dan diaduk sampai benar-benar merata. 
BENTUK TANAMAN PORANG

Bentuk tanaman porang serupa dengan suweg atau walur sehingga banyak orang yang kerap salah mengenalinya. Jika diperhatikan dengan seksama, porang termasuk tanaman yang tumbuh dengan tangkai tunggal dengan batang bercorak belang hijau dan putih. Tangkai ini akan menjulur ke cabang-cabang sebagai tangkat daun. Tanaman porang dapat tumbuh di bawah pepohonan penyangga seperti kayu jati. Karena itu, jika porang ditempatkan di areal sawah akan menyebabkan gagal tumbuh.

Umbi hutan dengan nama lain Amorphopallus oncophillus ini oleh sebagian masyarakat sudah dimanfaatkan sebagai sumber bahan pangan lokal. Tanaman yang dapat hidup dengan baik di daerah tropis dan merupakan family dari iles-iles dikenal sebagai under utilized karena mempunyai umbi dengan kandungan glukomanan cukup tinggi. Glukomanan sendiri dapat digunakan dalam industri obat, makanan dan minuman, kosmetika, bahan perekat atau lem, dan bahkan di Jepang dibuat sebagai bahan baku pembuatan Konyaku dan Shirataki.

Perkembangan Budidaya Porang di Indonesia


Indonesia masih menghadapi masalah serius terkait dengan produksi pangan nasional. Saat ini, pengurangan lahan pertanian tanaman pangan terutama padi bisa mempengaruhi jumlah panen. Kebutuhan beras sebagai bahan pangan pokok akhirnya semakin berkurang karena diambil alih fungsinya. Namun, kini muncul solusi yang bisa memperbaiki masalah tersebut. Salah satu yang sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan pangan adalah porang.

Tanaman porang dapat tumbuh dengan ketinggian 100 hingga 150 cm dalam bentuk semak. Bentuk tanaman porang akan memiliki batang yang halus, tangkai dan daun berwarna hijau tua bergaris-garis dengan bercak putih. Tanaman ini merupakan tanaman lorong di antara tanaman tahunan sehingga lebih menyukai lingkungan dengan tingkat naungan tinggi dan kelembapan yang cukup.

Umbi porang merupakan salah satu kekayaan alam yang tidak banyak dikenal oleh orang. Padahal, di daerah lahan hutan di Jawa Timur sudah digunakan sebagai bahan pangan lokal. Porang ditanam oleh petani masyarakat desa hutan secara tumpang sari dengan pohon jati sebagai tanaman pokok. Cara membudidayakan porang yang mudahlah menyebabkan banyak masyarakat yang mulai menjadikannya sebagai bisnis.

Manfaat Unggulan dari Tanaman Porang


Selain mudah didapatkan, porang mampu menghasilkan karbohidrat dan tingkatan panen yang tinggi. Besar umbi bisa mencapai 5 kg dengan citra rasa yang netral sehingga mudah dipadu padankan sebagai bahan bau pembuatan kue tradisional dan modern. Tanaman porang atau iles-iles ini juga memiliki serat pangan dalam jumlah yang cukup tinggi. Karena itulah, dapat memberikan pertahanan pada tubuh manusia terhadap infeksi berbagai macam penyakit, seperti kanker pada usus besar, divertikular, obesitas atau kegemukan, kardiovaskular, kolesterol tinggi dalam darah, hingga kencing manis.

Hingga kini, umbi porang masih belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat Indonesia. Hal ini dikarenakan masyarakat belum dapat mengolah umbi porang menjadi bahan pangan yang praktis untuk dikonsumsi. Padahal, penggunaan porang terutama olahan tepungnya bisa menjadi solusi dalam melepaskan ketergantungan Indonesia akan gandum dan tepung terigu impor secara perlahan dalam produksi mie. 
CARA PERKEMBANGBIAKKAN PORANG

Tanaman porang atau iles-iles memiliki nilai strategis yang tinggi untuk dikembangkan karena memiliki peluang cukup besar untuk diekspor. Beberapa negara yang sudah menjadi tujuan ekspor dari tanaman porang, di antaranya Jepang, Cina, Vietnam, serta Australia. Saat ini, umbi porang masih banyak yang berasal dari hutan dan belum dibudidayakan secara maksimal. Karena itu, umbi porang merupakan potensi yang belum tergarap sehingga menjadi peluang baik bagi siapa pun yang mau berusaha. 

Perlu diketahui, tanaman porang atau yang memiliki bahasa latin Amorphophallus oncophyllus ini termasuk tanaman toleran naungan hingga 60 persen. Porang juga mudah tumbuh di jenis tanah apa saja dengan ketinggian 0 hingga 700 mdpl. Bahkan, dengan sifatnya ini maka memungkinkan untuk dibudidayakan pada lahan hutan di bawah naungan tegakan tanaman lain. Sementara itu, untuk bibitnya bisa digunakan dari potongan umbi batang yang telah memiliki titik tumbuh atau umbi katak yang ditanam secara langsung. 

Berikut, Beberapa Teknik Pembudidayaan Porang


Cara perkembangbiakkan tanaman porang dapat dilakukan secara generatif maupun vegetatif. Beberapa cara perkembangbiakkan tanaman porang yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Perkembangbiakaan dengan katak

Salah satu cara perkembangbiakkan tumbuhan porang adalah dengan cara katak. Maksud katak disini adalah bintil berwarna coklat kehitaman yang muncul pada pangkal atau tangkai daun. Dalam satu kilogram katak berisi sekitar 100 butir dan pada masanya panen akan dikumpulkan kemudian disimpan. Hal ini dilakukan agar saat memasuki musim hujan bisa langsung dipanen pada lahan yang telah disiapkan.

  • Perkembangbiakkan dengan biji atau buah

Selain dengan teknik katak, cara perkembangbiakkan tanaman porang bisa juga dilakukan menggunakan biji atau buah. Tanaman porang pada setiap kurun waktu empat tahun akan menghasilkan bunga yang kemudian menjadi biji atau buah. Dalam satu tongkol buah, dapat diperoleh biji hingga 250 butir dan dapat digunakan sebagai bibit porang dengan cara disemaikan terlebih dahulu.

  • Perkembangbiakkan dengan umbi

Cara lainnya untuk mengembangbiakkan tanaman porang adalah dengan umbi. Umbi yang kecil bisa diperoleh dari hasil pengurangan tanaman. Tanaman yang sudah terlalu rapat perlu kurangi dan hasilnya kemudian akan dikumpulkan sehingga bisa dimanfaatkan sebagai bibit porang. Sementara dengan umbi yang besar, akan dipecah-pecah sesuai selera dan kemudian ditanam pada lahan yang telah disiapkan.

Manfaat Kandungan Glukomanan Pada Porang


Tanaman porang memiliki hasil umbi yang mengandung Glucomannan yang berbentuk tepung. Glucomannan ini sendiri merupakan serat alami yang dapat larut dalam air dan diekstrak dari akar ubi gajah atau dikenal juga sebagai konjac mannan. Glukomanan ini lazim pula digunakan sebagai bahan aditif makanan, yakni emulsifier dan pengental. 

Berbagai manfaat lain dari porang, antara lain bahan pembuatan lem yang ramah lingkungan, pengganti gel silikon yang sangat baik sebagai isolator listrik, bahan campuran pembuat selulosa dalam film, dan masih banyak lagi. Untuk itu, jika perkembangbiakkan ini dilakukan dengan maksimal, maka keuntungan yang akan didapatkan juga besar. 
BIBIT TANAMAN PORANG

Budidaya bibit tanaman porang dapat dilakukan dengan dua cara, yakni generatif dan vegetatif. Sebelum mengetahui cara perkembangbiakkannya, pengertian dari porang perlu diketahui terlebih dahulu. Porang atau iles-iles merupakan tanaman herba yang dapat tumbuh dengan ketinggian 100 cm sampai 150 cm namun juga bisa hingga 1,5 meter. Tanaman ini termasuk tanaman penghasil umbi yang banyak hidup di hutan tropis. 

Tanaman porang umumnya memiliki batang yang tegak, lunak, halus, serta berwarna hijau atau hitam dengan totol-totol putih. Batang tunggal tanaman ini akan terbagi menjadi tiga batang sekunder yang kemudian dapat terbagi lagi menjadi tangkai daun tanaman. Batang tumbuhan porang atau iles-iles memiliki bintil atau katak berwarna coklat kehitaman sebagai salah satu alat perkembangbiakkan.

Cara Membudidayakan Bibit Tanaman Porang dengan Benar


Saat ini, bibit tamanan porang banyak dicari orang karena mudah untuk dibudidayakan serta memiliki nilai ekonomi yang cukup menjanjikan. Umbi tanaman ini juga mengandung zat glukomanan yang memiliki banyak manfaat, baik di bidang industri hingga kesehatan. Beberapa kegunaan tanaman porang, antara lain bahan baku lem, pembuatan mi, tahu, perekat tablet, penguat kertas, serta pembungkus kertas. Untuk mendapatkan hasil panen yang bagus dan memuaskan, berikut beberapa tahap pembudidayaan porang yang perlu diketahui.

  • Syarat tumbuh tanaman

Tanaman porang memiliki toleransi yang sangat tinggi terhadap tempat teduh atau naungannya. Porang membutuhkan cahaya maksimum hingga 40 persen dan tanah yang gembur, subur, serta tidak tergenang air dengan derajat keasaman atau pH tanah sekitar 6 sampai 7. Terkenal dengan pertumbuhannya yang mudah, porang dapat hidup dengan ketinggian sekitar 0 sampai 700 mdpl. Namun, ada baiknya dikembangbiakkan pada daerah dengan ketinggian 100 sampai 600 mdpl.

  • Teknik perkembangbiakkan porang

Perkembangbiakkan porang dapat dilakukan dengan cara generatif maupun vegetatif. Untuk mendapatkan hasil panen yang diinginkan, teknik perkembangbiakkan porang perlu dipahami terlebih dahulu. Beberapa teknik yang dapat digunakan untuk perkembangan bibit tanaman porang adalah dengan bintil atau katak, dengan biji atau buah, dan dengan umbi. Selain itu, cara menanam porang adalah dengan menggunakan sistem bercocok tanam tumpang sari.

  • Pemanenan tanaman porang

Porang atau iles iles dapat dipanen setelah 3 tahun ditanam dalam tanah. Cara memanen porang yakni dengan cara mengambil umbi paling besar, sementara yang kecil dibiarkan saja di lahan tanah. Hal ini dilakukan agar pada saat musim hujan umbi dapat tumbuh kembali. Umbi yang telah dipanen tersebut kemudian akan diberikan dari tanah dan akar, di potong lalu di jemur. Pemotongan ini harus dilakukan dengan benar karena menjadi penentu kualitas porang.

  • Penentuan kualitas tumbuhan porang

Jika porang yang sudah ditanam salah dalam waktu pemotongan dan tidak kering ketika proses penjemuran, maka bisa saja umbi ditumbuhi oleh jamur. Porang yang sudah ditumbuhi jamur bisa menurunkan nilai rupiah atau harga jual karena kualitas potongan porang tidak bagus. Karena itu, selama masa penanaman hingga pemanenan harus diperhatikan dengan benar langkah-langkahnya agar tidak mendapatkan hasil yang tidak diinginkan.

Beberapa cara di atas harus diterapkan dan diperhatikan dengan benar agar mendapatkan keuntungan yang besar. Kesempatan membudidayakan porang harus dimanfaatkan sebaik mungkin supaya tidak menyesal di kemudian hari. Hal ini dikarenakan manfaat tanaman porang yang sangat berlimpah akan menjadi salah satu cara mencapai kesuksesan.
CARA TANAM PORANG YANG BENAR

Cara tanam porang yang benar perlu diketahui agar hasil panen yang didapatkan bisa memuaskan. Tanaman porang memiliki nama yang berbeda-beda di setiap daerah. Misalnya di tanah sunda, porang disebut dengan nama acoan oray atau acung, di daerah Jawa Timur, porang diberi nama kairong. Selain acoan oray dan kairong, porang oleh beberapa orang disebut dengan nama suweg, walur, ataupun iles-iles. Tak hanya nama yang berbeda, cara tanam porang yang baik juga berbeda-beda atau ditentukan oleh kesuburan tanah.

Budidaya Porang dan Teknik Perkembangbiakannya


Porang memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan dan industri. Karena itu, produksi porang semakin digalakkan agar mampu memberikan stok yang cukup untuk permintaan dari berbagai daerah. Sebenarnya, tanaman porang dapat tumbuh pada jenis tanah apa saja. Namun, ada baiknya jika porang atau iles-iles ini ditanam pada jenis tanah yang gembur dan tidak tergenang. Selain itu, perlu memerhatikan derajat keasaman tanah yang ideal antara pH 6 sampai 7 dan pada ketinggian 0 hingga 700 mdpl.

Cara tanam porang yang benar tentu saja di bawah naungan pohon-pohon besar, seperti jati di kawasan perhutani. Namun, terdapat beberapa cara tanam porang yang benar ketika membudidayakannya, Teknik budidaya porang yang pertama bisa menggunakan biji. Perlu diketahui jika porang akan berbunga pada periode 4 tahun. Bunga tersebut akan berubah menjadi buah yang kemudian menghasilkan biji untuk dikembangbiakkan pada musim hujan.

Teknik kedua ialah dengan menggunakan bintik yang ada di antara batang dan cabang porang. Bintil yang dipanen ini selanjutnya dapat disimpan dan ditanam kembali sebagai bibit porang. Untuk teknik budidaya porang yang ketiga, yakni dengan menggunakan umbi. Umbi porang yang dipanen dapat ditanam kembali dengan menggunakan cara tanam di lahan pertanian.

Penanaman porang di kawasan perhutani dilakukan dengan sistem bercocok tanam. Cara ini tidak akan merusak tanaman perhutani lainnya dan juga karena memanfaatkan lahan kosong sehingga sangat efektif. Porang cukup di tanam pada lahan di sekitar pohon jati rindang dan cukup ditanam sekali saja. Setelah ditanam, porang selanjutnya harus dipelihara agar didapatkan hasil panen yang diinginkan. Umbi yang telah dipanen akan tumbuh kembali dengan meninggalkannya di lubang semula.

Beberapa Manfaat dalam Kandungan Tanaman Porang


Tanaman porang memiliki kandungan glukomanan yang bermanfaat bagi beberapa industri. Glukomanan banyak digunakan dalam industri obat, makan, dan minuman, kosmetik, bahan perekat atau lem, minuman penyegar, pertambangan, bahan dasar industri perfilman, industri pesawat terbang, hingga industri tekstil. Bahkan, di negara Jepang porang digunakan sebagai bahan baku pembuatan makanan seperti Konyaku dan Shirataki.

Dalam industri pangan, porang bisa dibuat chips serta setelah dimurnikan menjadi tepung bisa dimanfaatkan untuk beraneka makanan. Beberapa makanan tersebut, seperti mie, tahu, hingga beras tiruan rendah kalori. Selain glukomanan, porang memiliki kandungan mineral tinggi yang sangat penting untuk metabolisme. Kandungan dalam tanaman porang, antara lain kalium, magnesium, fosfor, serta unsur kelumit, seperti selenium, seng, dan juga tembaga.

Hingga saat ini, pemasaran porang masih diarahkan sebagai komoditas ekspor. Namun, dengan melihat dari manfaat tanaman porang yang sangat besar sehingga pasar dalam negeri pun mulai dibidik dengan serius. Jika pemasaran porang di pasar dalam negeri sudah berkembang, maka sebaiknya digarap dengan sungguh-sungguh agar dapat menjadi pemasukan yang seimbang sehingga para petani juga ikut sejahtera.