WHAT'S NEW?
Loading...
Showing posts with label tips. Show all posts
Showing posts with label tips. Show all posts
ASAL TANAMAN PORANG

Meski sudah menjadi incaran para investor, asal tanaman porang masih banyak yang belum mengetahuinya. Sebelum mengetahui asal tanaman porang, pengertian lebih jelasnya harus dipahami terlebih dahulu. Porang merupakan tanaman herbal yang dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian sekitar 1,5 meter. Secara fisik, tanaman porang tumbuh dengan tangkai tunggal atau batang bercorak belang-belang hijau-putih. Biasanya, porang tumbuh di bawah pepohonan penyangga seperti pohon jati sehingga banyak ditemukan di hutan tropis.

Asal Tanaman Porang dan Perkembangannya di Indonesia


Porang atau iles-iles mulai ditemukan dari Kepulauan Andaman, India. Kemudian, setelah itu barulah menyebar ke arah Timur melalui Vietnam, lalu Thailand, dan akhirnya tumbuh pula di Indonesia. Sama seperti suweg, porang atau iles-iles dapat tumbuh baik pada tanah bertekstur ringan yakni pada kondisi liat berpasir, struktur yang gembur, dan kaya akan unsur hara. Di samping itu, porang juga harus mendapatkan pengairan yang baik, kandungan humus dalam tanah tinggi, serta memiliki pH tanah 6 hingga 7.

Masa panen umbi porang hanya 2 musim dalam perawatan dimana artinya keseimbangan unsur tanah melalui pemupukan wajib dilakukan agar mendapatkan hasil yang maksimal. Dalam dua musim, satu pohon rata-rata bisa menghasilkan3 hingga 5 kg bahkan bisa mencapai 10 kg dengan perawatan yang bagus seperti menggunakan pupuk atau kompos.

Meski bentuk porang tidak beraturan dan membuat orang yang menyentuhnya secara langsung merasakan gatal, namun tanaman ini menjadi buruan para investor. Investor dari Jepang dan China sejak beberapa tahun terakhir sudah mulai memburu porang dengan harga kira-kira RP 40 hingga 60 ribu per kilogram. Salah satu komoditas budidaya porang terletak di Sulawesi Selatan. Selain Sulawesi Selatan, daerah Jawa khususnya Jawa Tengah juga sudah memaksimalkan bisnis porang hingga dikenal dengan nilai ekonomisnya yang cukup tinggi seperti sekarang ini.

Beberapa Persiapan untuk Lahan Budidaya Porang


Setelah mengetahui asal tanaman porang, persiapan lahan tanamnya juga perlu dipahami. Lokasi paling bagus yang dapat digunakan sebagai lahan budidaya porang adalah di bawah naungan pepohonan. Namun, pada lahan terbuka pun porang dapat tumbuh dengan baik dan normal asal diberikan naungan seperti paranet agar intensitas sinar matahari tidak terlalu berlebihan. Beberapa persiapan yang perlu dilakukan pada lahan untuk menanam porang, adalah sebagai berikut:


  • Bersihkan lahan yang akan digunakan untuk menanam porang dari gulma dan sisa tanaman.
  • Setiap 4 Ha dijadikan 1 blok dan dibuat jalan pemeriksaan selebar 2 meter sebagai batas balok.
  • Pemasangan ajir dengan jarak 1mx1m baik untuk penanaman dengan teknik umbi maupun katak.
  • Buat jalur dengan menggunakan cangkul selebar 0,5 m, sementara untuk bibit yang menggunakan katak ditaman pada jalur yang sudah dicangkul.
  • Buat lubang tanam untuk bibit yang menggunakan umbi dengan ukuran lubang sekitar 20x20x20 cm.
  • Berikan pupuk dasar yang dilakukan sebelum umbi ditaman sebanyak 0,5 kg/lubang yang dicampur dengan top soil.

Beragam Manfaat Porang yang Perlu Diketahui


Tak hanya asal tanaman porang yang penting diketahui, namun perlu juga mengetahui manfaatnya. Manfaat porang atau iles-iles sangat baik, salah satunya di bidang industri dan kesehatan. Hal ini dikarenakan kandungan glukomanan dalam tanaman porang yakni tepung umbinya. Selain glukomanan, tanaman porang juga mampu menghasilkan karbohidrat dan memiliki citra rasa netral sehingga mudah dipadupadankan dengan beragam bahan pangan. Porang yang sudah menjadi tepung dapat berguna untuk menekan peningkatan kadar glukosa dalam darah sekaligus mengurangi risiko kolesterol.

Porang atau iles-iles yang dimanfaatkan pembuatan beberapa makanan ini memiliki serat pangan dalam jumlah besar. Karena itu, mengonsumsi makanan yang mengandung porang bisa meningkatkan daya tahan tubuh terhadap berbagai penyakit, seperti kanker usus besar, divertikular, kardiovaskular, kegemukan, kolesterol tinggi dalam darah, hingga kencing manis. Di Filipina sendiri, umbi porang kerap ditepungkan sebagai pengganti terigu dalam pembuatan roti. Sementara di Jepang, umbi porang telah banyak dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan mie. 
KARAKTERISTIK TEPUNG PORANG

Karakteristik tepung porang yang mudah dimanfaatkan oleh bahan pembuatan makanan tertentu menjadi daya tarik untuk membudidayakannya. Porang atau Amorphophallus muelleri Blume merupakan salah satu jenis tanaman iles-iles yang tumbuh di dalam hutan. Tanaman porang menghasilkan beberapa macam umbi, yakni umbi batang yang berada di dalam tanah dan umbi tetas atau bupil yang terdapat pada setiap pangkal cabang atau tulang-tulang daun.

Umbi yang paling banyak dimanfaatkan adalah umbi batang dengan bentuk bulatan dan bagian atasnya berlekuk dangkal tempat bekas tumbuhnya tangkai. Umbi ini terdiri atas bagian kulit dan daging umbi. Sementara untuk kulitnya, akan berwarna keabu-abuan ketika panen dan jika dibiarkan beberapa hari dapat berubah menjadi kehitaman. Bagian kulit umbi yang terkelupas akan mengeluarkan getah yang licin dan menyebabkan rasa gatal pada kulit. Daging porang sendiri biasanya berwarna kekuningan dan berisi karbohidrat yang berfungsi bagi pertumbuhan selanjutnya.

Bagaimana Tahap Pembuatan Tepung Porang?


Dalam tiap pohon porang yang ditanam bisa mendapatkan hasil umbi sebanyak 2 kilogram. Sementara untuk satu hektar, hasil panen yang akan diperoleh adalah 12 ton atau kurang lebih sekitar 1,5 ton umbi kering. Untuk masa panen yang paling ideal bisa dilakukan ketika tanaman berusia 3 tahun atau 3 kali masa pertumbuhan. Kisaran harga tanaman porang secara umum biasanya berkisar Rp 800/kg dalam keadaan basah. Sementara, jika dijual dalam keadaan kering atau dalam bentuk irisan keripik bisa berkisar Rp 9.000/ kg.

Ketika ingin mengolah porang, beberapa tahapan harus dilalui agar menghasilkan karakteristik tepung porang yang berkualitas tinggi. Umbi porang yang sudah dipanen akan dikupas kemudian dicuci dan diiris-iris dengan ketebalan 0,5 cm. Perajangan pada umbi dilakukan untuk mempermudah proses pengeringan, pengemasan, serta penggilingan. Irisan umbi kemudian direndam dalam larutan HCl 0,2 N selama 5 menit. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan kalsium oksalat pada jaringan umbi yang menjadi penyebab utama rasa gatal.

Tahap berikutnya adalah pengeringan yang bertujuan untuk mengurangi kadar air dalam tanaman dan menghentikan reaksi enzimatik sehingga dapat mencegah terjadinya pembusukan. Setelah kering, umbi yang telah berbentuk chips ini kemudian digiling dan diayak hingga didapatkan tepung porang kasar. Untuk memisahkan glukomanan pada tepung kasar, maka akan dilakukan pemisahan fisik menggunakan ayakan.

Tepung Porang dan Manfaatnya Bagi Manusia


Tepung mannan atau porang memiliki manfaat yang cukup banyak, di antaranya sebagai bahan pengental dalam industri pangan, bahan baku pada industri kertas, sebagai pengikat dalam pembuatan tablet, serta media pertumbuhan mikroba pengganti agar. Porang tak hanya berguna dalam industri, namun juga berbagai industri non pangan lainnya. Beberapa manfaat porang di antaranya adalah industri farmasi, industri tekstil, kulit buatan, kosmetika, plastik, lem, bahan toilet, pemurnian mineral, dan penjernihan air.

Pohon porang memiliki prospek dan nilai ekonomis yang sangat menjanjikan. Sehingga jika ingin memulai untuk melakukan budidaya porang, maka tidak akan mengalami kerugian yang cukup serius. Dengan karakteristik tepung porang yang bagus ini menjadikannya salah satu target pasar mancanegara karena beberapa negara sering menggunakannya dalam kehidupan hari-hari. Beberapa negara tujuan pengiriman porang adalah Jepang, China, hingga Vietnam. 
CARA MEMBUAT TEPUNG PORANG

Cara membuat tepung porang tidaklah semudah membuat tepung dari bahan lainnya. Seperti namanya, tepung porang terbuat dari tanaman porang atau dikenal juga dengan nama iles-iles. Porang merupakan tamanan yang mengandung glukomanan tinggi dimana termasuk serta pangan yang bersifat hidrokologis dan rendah kalori. Tepung porang dengan kadar glukomanan yang tinggi maka akan memiliki harga jual yang tinggi pula.

Cara Pembuatan Tepung Tanaman Porang


Glukomanan umumnya dijual dalam bentuk chips, yakni berupa irisan umbi porang yang sudah dikeringkan. Glukomanan juga memiliki sifat yang istimewa, di antaranya dapat membentuk larutan kental dalam air sehingga banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku kertas, tekstil, perekat, bahan kosmetik, hingga bahan pembuat seluloid. Tepung porang dimanfaatkan sebagai salah satu produk olahan makanan, yaitu Konyaku yang berasal dari Jepang. Namun sebelumnya, cara membuat tepung porang harus diketahui terlebih dahulu.


  • Tahap pencucian


Umbi porang yang sudah dipanen dimasukkan ke dalam keranjang besi putar bersamaan dengan pengguyuran air mengalir secara terus menerus. Hal ini perlu dilakukan karena pada tahap pencucian, tanah yang menempel di bagian umbi porang bisa hilang sebab biasanya petani kurang memperhatikan kebersihannya.


  • Tahap penyortiran


Dalam tahap penyortiran ini, umbi porang akan dipilih seperti bagian mana yang memiliki kualitas bagus dan mana yang sudah mengalami pembusukkan. Hal ini dilakukan karena terkadang umbi porang akan ditumpuk sehingga banyak yang sudah membusuk sebelum diolah.


  • Proses pengrajangan


Pada proses ini, umbi porang akan dirajang oleh mesin secara tipis-tipis selebar korek api. Pengrajangan umbi porang biasanya sudah disesuaikan dengan sistem penyetelan sehingga ukurannya bisa sama. Setelah semua diiris tipis, barulah selanjutnya dikeringkan.


  • Proses pengeringan


Tahap atau proses ini bisa pula disebut dengan proses akhir, yakni penjemuran sampai kering. Ciri ciri umbi porang yang sudah benar-benar kering adalah kalau dilipat bisa mengeluarkan bunyi atau tidak lentur. Jika ketika dilipat lentur, maka dapat dipastikan irisan porang belum kering dan membutuhkan penjemuran kembali.


  • Proses penggilingan


Jika umbi porang yang sudah diiris tipis dan dijemur kering tadi selesai, maka langkah selanjutnya adalah menggilingnya. Proses penggilingan biasanya menggunakan mesin selama beberapa saat. Penggilingan harus dilakukan cukup lama agar chips porang dapat berubah menjadi tepung.


  • Proses pemisahan


Chips porang yang sudah berbentuk tepung kemudian akan dilewatkan ke mesin goyang. Langkah ini dilakukan karena secara efektif akan memisahkan amilum, jarum-jarum oksalah dan bagian yang melapisi partikel manan. Partikel-partikel inilah yang kemudian disebut dengan tepung mannan.

Konyaku, Hasil Olahan dari Tepung Porang


Budidaya tanaman porang yang semakin berkembang saat ini menjadikannya bahan pangan yang cukup populer. Konyaku merupakan makanan asal negara Jepang yang berbahan dasar tepung porang. Porang memang sudah menjadi bahan pangan populer yang digunakan oleh Jepang. Cara pembuatan konyaku atau tahu jepang ini cukuplah mudah dan dapat dipraktikkan di rumah. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mempersiapkan bahan-bahannya.

Bahan utama, yakni tepung porang harus dipersiapkan dengan baik diikuti air kapur sirih. Pertama-tama, ambil tepung mannan atau porang yang kemudian di kukus sampai air dalam panci atau dandang mendidih. Selanjutnya, campur air 1 bagian dan 2 bagian air kapur sirih dengan perbandingan jumlah volume atau tempat wadah. Campurkan bahan-bahan tersebut dan diaduk sampai benar-benar merata. 
CARA PERKEMBANGBIAKKAN PORANG

Tanaman porang atau iles-iles memiliki nilai strategis yang tinggi untuk dikembangkan karena memiliki peluang cukup besar untuk diekspor. Beberapa negara yang sudah menjadi tujuan ekspor dari tanaman porang, di antaranya Jepang, Cina, Vietnam, serta Australia. Saat ini, umbi porang masih banyak yang berasal dari hutan dan belum dibudidayakan secara maksimal. Karena itu, umbi porang merupakan potensi yang belum tergarap sehingga menjadi peluang baik bagi siapa pun yang mau berusaha. 

Perlu diketahui, tanaman porang atau yang memiliki bahasa latin Amorphophallus oncophyllus ini termasuk tanaman toleran naungan hingga 60 persen. Porang juga mudah tumbuh di jenis tanah apa saja dengan ketinggian 0 hingga 700 mdpl. Bahkan, dengan sifatnya ini maka memungkinkan untuk dibudidayakan pada lahan hutan di bawah naungan tegakan tanaman lain. Sementara itu, untuk bibitnya bisa digunakan dari potongan umbi batang yang telah memiliki titik tumbuh atau umbi katak yang ditanam secara langsung. 

Berikut, Beberapa Teknik Pembudidayaan Porang


Cara perkembangbiakkan tanaman porang dapat dilakukan secara generatif maupun vegetatif. Beberapa cara perkembangbiakkan tanaman porang yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Perkembangbiakaan dengan katak

Salah satu cara perkembangbiakkan tumbuhan porang adalah dengan cara katak. Maksud katak disini adalah bintil berwarna coklat kehitaman yang muncul pada pangkal atau tangkai daun. Dalam satu kilogram katak berisi sekitar 100 butir dan pada masanya panen akan dikumpulkan kemudian disimpan. Hal ini dilakukan agar saat memasuki musim hujan bisa langsung dipanen pada lahan yang telah disiapkan.

  • Perkembangbiakkan dengan biji atau buah

Selain dengan teknik katak, cara perkembangbiakkan tanaman porang bisa juga dilakukan menggunakan biji atau buah. Tanaman porang pada setiap kurun waktu empat tahun akan menghasilkan bunga yang kemudian menjadi biji atau buah. Dalam satu tongkol buah, dapat diperoleh biji hingga 250 butir dan dapat digunakan sebagai bibit porang dengan cara disemaikan terlebih dahulu.

  • Perkembangbiakkan dengan umbi

Cara lainnya untuk mengembangbiakkan tanaman porang adalah dengan umbi. Umbi yang kecil bisa diperoleh dari hasil pengurangan tanaman. Tanaman yang sudah terlalu rapat perlu kurangi dan hasilnya kemudian akan dikumpulkan sehingga bisa dimanfaatkan sebagai bibit porang. Sementara dengan umbi yang besar, akan dipecah-pecah sesuai selera dan kemudian ditanam pada lahan yang telah disiapkan.

Manfaat Kandungan Glukomanan Pada Porang


Tanaman porang memiliki hasil umbi yang mengandung Glucomannan yang berbentuk tepung. Glucomannan ini sendiri merupakan serat alami yang dapat larut dalam air dan diekstrak dari akar ubi gajah atau dikenal juga sebagai konjac mannan. Glukomanan ini lazim pula digunakan sebagai bahan aditif makanan, yakni emulsifier dan pengental. 

Berbagai manfaat lain dari porang, antara lain bahan pembuatan lem yang ramah lingkungan, pengganti gel silikon yang sangat baik sebagai isolator listrik, bahan campuran pembuat selulosa dalam film, dan masih banyak lagi. Untuk itu, jika perkembangbiakkan ini dilakukan dengan maksimal, maka keuntungan yang akan didapatkan juga besar. 
BIBIT TANAMAN PORANG

Budidaya bibit tanaman porang dapat dilakukan dengan dua cara, yakni generatif dan vegetatif. Sebelum mengetahui cara perkembangbiakkannya, pengertian dari porang perlu diketahui terlebih dahulu. Porang atau iles-iles merupakan tanaman herba yang dapat tumbuh dengan ketinggian 100 cm sampai 150 cm namun juga bisa hingga 1,5 meter. Tanaman ini termasuk tanaman penghasil umbi yang banyak hidup di hutan tropis. 

Tanaman porang umumnya memiliki batang yang tegak, lunak, halus, serta berwarna hijau atau hitam dengan totol-totol putih. Batang tunggal tanaman ini akan terbagi menjadi tiga batang sekunder yang kemudian dapat terbagi lagi menjadi tangkai daun tanaman. Batang tumbuhan porang atau iles-iles memiliki bintil atau katak berwarna coklat kehitaman sebagai salah satu alat perkembangbiakkan.

Cara Membudidayakan Bibit Tanaman Porang dengan Benar


Saat ini, bibit tamanan porang banyak dicari orang karena mudah untuk dibudidayakan serta memiliki nilai ekonomi yang cukup menjanjikan. Umbi tanaman ini juga mengandung zat glukomanan yang memiliki banyak manfaat, baik di bidang industri hingga kesehatan. Beberapa kegunaan tanaman porang, antara lain bahan baku lem, pembuatan mi, tahu, perekat tablet, penguat kertas, serta pembungkus kertas. Untuk mendapatkan hasil panen yang bagus dan memuaskan, berikut beberapa tahap pembudidayaan porang yang perlu diketahui.

  • Syarat tumbuh tanaman

Tanaman porang memiliki toleransi yang sangat tinggi terhadap tempat teduh atau naungannya. Porang membutuhkan cahaya maksimum hingga 40 persen dan tanah yang gembur, subur, serta tidak tergenang air dengan derajat keasaman atau pH tanah sekitar 6 sampai 7. Terkenal dengan pertumbuhannya yang mudah, porang dapat hidup dengan ketinggian sekitar 0 sampai 700 mdpl. Namun, ada baiknya dikembangbiakkan pada daerah dengan ketinggian 100 sampai 600 mdpl.

  • Teknik perkembangbiakkan porang

Perkembangbiakkan porang dapat dilakukan dengan cara generatif maupun vegetatif. Untuk mendapatkan hasil panen yang diinginkan, teknik perkembangbiakkan porang perlu dipahami terlebih dahulu. Beberapa teknik yang dapat digunakan untuk perkembangan bibit tanaman porang adalah dengan bintil atau katak, dengan biji atau buah, dan dengan umbi. Selain itu, cara menanam porang adalah dengan menggunakan sistem bercocok tanam tumpang sari.

  • Pemanenan tanaman porang

Porang atau iles iles dapat dipanen setelah 3 tahun ditanam dalam tanah. Cara memanen porang yakni dengan cara mengambil umbi paling besar, sementara yang kecil dibiarkan saja di lahan tanah. Hal ini dilakukan agar pada saat musim hujan umbi dapat tumbuh kembali. Umbi yang telah dipanen tersebut kemudian akan diberikan dari tanah dan akar, di potong lalu di jemur. Pemotongan ini harus dilakukan dengan benar karena menjadi penentu kualitas porang.

  • Penentuan kualitas tumbuhan porang

Jika porang yang sudah ditanam salah dalam waktu pemotongan dan tidak kering ketika proses penjemuran, maka bisa saja umbi ditumbuhi oleh jamur. Porang yang sudah ditumbuhi jamur bisa menurunkan nilai rupiah atau harga jual karena kualitas potongan porang tidak bagus. Karena itu, selama masa penanaman hingga pemanenan harus diperhatikan dengan benar langkah-langkahnya agar tidak mendapatkan hasil yang tidak diinginkan.

Beberapa cara di atas harus diterapkan dan diperhatikan dengan benar agar mendapatkan keuntungan yang besar. Kesempatan membudidayakan porang harus dimanfaatkan sebaik mungkin supaya tidak menyesal di kemudian hari. Hal ini dikarenakan manfaat tanaman porang yang sangat berlimpah akan menjadi salah satu cara mencapai kesuksesan.
CARA TANAM PORANG YANG BENAR

Cara tanam porang yang benar perlu diketahui agar hasil panen yang didapatkan bisa memuaskan. Tanaman porang memiliki nama yang berbeda-beda di setiap daerah. Misalnya di tanah sunda, porang disebut dengan nama acoan oray atau acung, di daerah Jawa Timur, porang diberi nama kairong. Selain acoan oray dan kairong, porang oleh beberapa orang disebut dengan nama suweg, walur, ataupun iles-iles. Tak hanya nama yang berbeda, cara tanam porang yang baik juga berbeda-beda atau ditentukan oleh kesuburan tanah.

Budidaya Porang dan Teknik Perkembangbiakannya


Porang memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan dan industri. Karena itu, produksi porang semakin digalakkan agar mampu memberikan stok yang cukup untuk permintaan dari berbagai daerah. Sebenarnya, tanaman porang dapat tumbuh pada jenis tanah apa saja. Namun, ada baiknya jika porang atau iles-iles ini ditanam pada jenis tanah yang gembur dan tidak tergenang. Selain itu, perlu memerhatikan derajat keasaman tanah yang ideal antara pH 6 sampai 7 dan pada ketinggian 0 hingga 700 mdpl.

Cara tanam porang yang benar tentu saja di bawah naungan pohon-pohon besar, seperti jati di kawasan perhutani. Namun, terdapat beberapa cara tanam porang yang benar ketika membudidayakannya, Teknik budidaya porang yang pertama bisa menggunakan biji. Perlu diketahui jika porang akan berbunga pada periode 4 tahun. Bunga tersebut akan berubah menjadi buah yang kemudian menghasilkan biji untuk dikembangbiakkan pada musim hujan.

Teknik kedua ialah dengan menggunakan bintik yang ada di antara batang dan cabang porang. Bintil yang dipanen ini selanjutnya dapat disimpan dan ditanam kembali sebagai bibit porang. Untuk teknik budidaya porang yang ketiga, yakni dengan menggunakan umbi. Umbi porang yang dipanen dapat ditanam kembali dengan menggunakan cara tanam di lahan pertanian.

Penanaman porang di kawasan perhutani dilakukan dengan sistem bercocok tanam. Cara ini tidak akan merusak tanaman perhutani lainnya dan juga karena memanfaatkan lahan kosong sehingga sangat efektif. Porang cukup di tanam pada lahan di sekitar pohon jati rindang dan cukup ditanam sekali saja. Setelah ditanam, porang selanjutnya harus dipelihara agar didapatkan hasil panen yang diinginkan. Umbi yang telah dipanen akan tumbuh kembali dengan meninggalkannya di lubang semula.

Beberapa Manfaat dalam Kandungan Tanaman Porang


Tanaman porang memiliki kandungan glukomanan yang bermanfaat bagi beberapa industri. Glukomanan banyak digunakan dalam industri obat, makan, dan minuman, kosmetik, bahan perekat atau lem, minuman penyegar, pertambangan, bahan dasar industri perfilman, industri pesawat terbang, hingga industri tekstil. Bahkan, di negara Jepang porang digunakan sebagai bahan baku pembuatan makanan seperti Konyaku dan Shirataki.

Dalam industri pangan, porang bisa dibuat chips serta setelah dimurnikan menjadi tepung bisa dimanfaatkan untuk beraneka makanan. Beberapa makanan tersebut, seperti mie, tahu, hingga beras tiruan rendah kalori. Selain glukomanan, porang memiliki kandungan mineral tinggi yang sangat penting untuk metabolisme. Kandungan dalam tanaman porang, antara lain kalium, magnesium, fosfor, serta unsur kelumit, seperti selenium, seng, dan juga tembaga.

Hingga saat ini, pemasaran porang masih diarahkan sebagai komoditas ekspor. Namun, dengan melihat dari manfaat tanaman porang yang sangat besar sehingga pasar dalam negeri pun mulai dibidik dengan serius. Jika pemasaran porang di pasar dalam negeri sudah berkembang, maka sebaiknya digarap dengan sungguh-sungguh agar dapat menjadi pemasukan yang seimbang sehingga para petani juga ikut sejahtera. 
TEMPAT PEMASARAN PORANG

Tempat pemasaran porang yang sudah menjadi langganan sejak sepuluh tahun terakhir adalah Jepang dan China. Indonesia sendiri merupakan negara yang memiliki beragam umbi-umbian, salah satunya yang sedang populer saat ini yakni porang. Umbi porang sangat diminati pasar luar negeri karena nilai ekspornya yang cukup tinggi. Porang atau iles-iles ini sangat diminati sehingga menjadi komoditas ekspor ke beberapa negara, seperti Vietnam, Australia, Jepang, China, hingga Korea.

Apa Saja Manfaat dari Kandungan Tanaman Porang?


Umbi yang banyak ditemukan di hutan ini beracun, namun dengan pengolahan yang tepat dapat menghasilkan berbagai manfaat. Manfaat umbi porang atau dengan nama latin Amorphopallus oncophillus ini oleh sebagian masyarakat dijadikan sebagai sumber pangan lokal. Hal ini dikarenakan tanaman yang merupakan family bunga bangkai ini mengandung Glucomannan cukup tinggi. 

Glukomanan sendiri banyak digunakan dalam industri obat, makanan, minuman, kosmetik, bahan perekat atau lem, pertambangan, bahan dasar industri perfilman, industri pesawat terbang, hingga industri tekstil. Sementara di Jepang, tanaman porang digunakan sebagai bahan baku pembuatan makanan, seperti Konyaku, dan Shirataki. 

Tak hanya itu, umbi porang juga memiliki mineral tinggi yang penting bagi metabolisme tubuh, yakni kalium, magnesium, dan fosfor serta unsur kelumit seperti selenium, seng, dan tembaga. Pemasaran tanaman porang menyebar cukup luas karena beberapa manfaat lainnya, berupa pembuatan chips, mie, tahu, beras tiruan rendah kalori, hingga tepung glukomanan

Tanaman porang pada umumnya dapat tumbuh pada jenis tanah apa saja pada ketinggian 0 hingga 700 mdpl. Namun, sebaiknya tanaman porang ditanam pada tanah yang gebur dan tidak tergenang dengan derajat keasaman tanah yang ideal yakni antara pH 6 hingga 7. Porang mempunyai toleransi tinggi terhadap naungan atau tempat teduh dan hanya membutuhkan cahaya maksimum sampai 40 persen. Sementara, untuk kerapatan tingkat naungan minimal 40 persen karena semakin rapat akan semakin baik. 

Perlu Diperhatikan, Berikut Tahap Penanaman Porang! 


Tanaman porang paling baik ditanam ketika musim hujan, yakni sekitar bulan November hingga Desember. Tahap penanaman porang yang perlu diketahui, yakni sebagai berikut:

  • Bibit yang telah dipilih dimasukkan satu per satu ke dalam lubang tanam dengan letak bakal tunas menghadap ke atas.
  • Untuk setiap lubang tanam biasanya akan diisi satu bibit porang dengan jarak tanam 1 m x 1 m.
  • Setelah bibit tanaman porang dimasukkan, tutup lubang tanam dengan tanah setelah 3 cm.

Sentra pengolahan tepung porang sudah berkembang di beberapa daerah di Indonesia, seperti Pasuruan, Madiun atau Jawa Timur, Wonogiri atau Jawa Tengah, serta Bandung atau Jawa Barat. Pasar untuk produk olahan tujuan ekspor sangat berpotensi serta terbuka cukup luas. Namun, salah permasalahan yang dihadapi terletak pada penyediaan bahan baku. Melihat manfaat yang sangat besar dari komoditas ini, pasar dalam negerti diharapkan bisa mulai membidik dengan serius. Hal ini dikarenakan apabila pasar dalam negeri sudah berkembang, maka porang akan bisa digarap dengan sungguh-sungguh selayaknya industri yang berperan penting dalam peningkatan kesejahteraan petani. 
PERBEDAAN TANAMAN PORANG DAN SUWEG

Perbedaan tanaman porang dan suweg memang agak sulit, karena itu hal ini perlu diketahui lebih lanjut. Tanaman porang dan suweg merupakan tanaman satu genus atau marga yakni Amorphophallus. Kedua tanaman ini termasuk ke dalam jenis tanaman talas-talasan dan yang paling populer adalah bunga bangkai raksasa karena ukurannya yang besar dan berbau. Membedakan porang dan suweg memang cukup sulit karena bentuk, batang, warna batang, hingga bentuk daunnya hampir sama. 

Porang dan suweg adalah tumbuhan semak atau herba yang tumbuh dengan tinggi 100 hingga 150 cm, berbatang tegak, lunak, berwarna hijau atau kehitaman, serta belang-belang atau bercak putih. Tangkai daun yang keluar dari umbi biasanya dikatakan sebagai batang tunggal yang memecah menjadi tiga batang sekunder dan akan memecah lagi menjadi tangkai daun. Jika seluruh daun termasuk tangkainya sudah menjadi layu, maka menandakan umbi sudah siap untuk dipanen. Kondisi ini juga termasuk tanda fase pembungaan yang akan segera terjadi. 


Perbedaan Antara Tanaman Porang dan Suweg


Ciri khas yang dimiliki oleh tanaman ini adalah bunganya yang majemuk dan tumbuh pada tongkol yang dilindungi oleh seludang bunga. Jenis tanaman talas-talasan ini biasanya ditemukan di hutan-hutan tropis karena mudah tumbuh di berbagai jenis tanah. Beberapa perbedaan porang dan suweg yang perlu diketahui lebih lanjut, yakni sebagai berikut:


  • Tanaman porang

Perbedaan tanaman porang dan suweg biasanya cukup banyak mulai dari tangkai daun, keadaan batang, warna irisan umbi, dan lain sebagainya. Pada tamanan porang atau iles-iles beberapa spesifikasinya, yakni buah terdapat dicabang tangkai daun, batang terasa lunak serta halus, warna irisan umbi berwarna kuning cerah serta tidak berserat, batang berwarna hijau dengan bercak putih, tumbuh dengan umbi tunggal, dan kulit umbi memiliki tekstur kasar serta berwarna coklat tanah.


  • Tanaman suweg

Kedua tanaman ini memang kerap sulit dibedakan, karena itu beberapa spesifikasi suweg perlu diketahui lebih lanjut. Pada tanaman suweg, tidak terdapat buah di cabang tangkai daun, keadaan batang agak kasar namun lunak, warna irisan umbi putih dengan semburan merah jamu atau ungu yang berserat, batang berwarna hijau kehitaman dengan bercak putih, mata tunas pada umbi lebih dari satu, serta kulit umbi memiliki tekstur kasar dan berwarna coklat tanah. 

Perbedaan tanaman porang dan suweg juga bisa dilihat dari ukuran diameter umbi dan batangnya. Diameter umbi suweg biasanya sekitar 40 cm, sementera untuk porang sekitar 20 cm. Ukuran batang juga memiliki perbedaan, yakni suweg 10 hingga 15 cm dan porang 5 hingga 10 cm. Cara perkembangbiakkan porang dan suweg juga agak berbeda. Suweg dapat berkembang biak dengan baik menggunakan biji bunga dan mata tunas umbi. Sedangkan porang bisa dibudidayakan menggunakan biji bunga, buah, serta umbi. 


Keuntungan yang Didapat Jika Membudidayakan Porang


Tanaman talas-talasan sekarang ini sedang banyak diburu karena memiliki manfaat yang beragam. Membudidayakan tanaman porang sendiri sangat berguna karena memiliki beragam manfaat, yakni sebagai suplemen pangan bagi penderita diabetes melitus, tekanan darah tinggi, kolesterol, sembelit, hingga berguna untuk menurunkan berat badan. Hal ini dikarenakan adanya kandungan glukomannan yang bisa juga diolah sebagai tepung hingga beberapa bahan industri lainnya. Jika Anda tertarik untuk membudidayakan tanaman ini, beberapa syarat untuk menanamnya perlu dilakukan. 
BUDIDAYA TANAMAN PORANG

Mungkin masih banyak di antara kita yang belum mengetahui apa itu porang serta kegunaannya. Porang merupakan tanaman tropis yang termasuk ke dalam keluarga iles-iles. Tanaman ini memiliki umbi dengan kandungan Glucomannan yang snagat tinggi sehingga bermanfaat bagi berbagai jenis kebutuhan. Meski pun begitu, tanaman porang ini belum terlalu dikenal masyarakat padahal permintaan di pasar cukup tinggi.

Pembudidayaan porang saat ini tidak terlalu banyak dilakukan, namun perlu diketahui jika cara menanamnya tak terlalu sulit. Industri porang kian hari semakin meningkat  karena mampu memberikan stok yang cukup dalam mengimbangi permintaan pasar. Porang sebenarnya dapat ditanam di lahan atau tanah jenis manapun, akan tetapi yang paling baik dilakukan di lahan bawah pohon jati, sengon, ataupun mahoni.

Ketahui, Berikut Teknik Pembudidayaan Tanaman Porang


Dalam membudidayakan porang, terdapat beberapa teknik yang bisa dilakukan khususnya ketika membuat bibit porang. Dalam membuat bibit porang, hal pertama yang harus dilakukan adalah menggunakan bijinya, Tanaman porang akan berbungan setelah berusia 4 tahun, dan nantinya berubah menjadi buah yang bisa menghasilkan biji. Biji yang sudah diperoleh ini sangat baik dikembangbiakkan pada saat musin hujan.

Teknik kedua yang dapat dikakukan ketika akan membudidayakan porang adalah menggunakan bintil yang terdapat di antara cabang dan batang. Bintil tersebut kemudian bisa ditanam untuk dikembangbiakkan lebih lanjut. Tak hanya dengan biji dan bintil, porang juga bisa dibudidayakan dengan menggunakan umbinya. Porang paling baik dibudidayakan dengan cara menanamnya di bawah pohon besar, seperti jati. Sistem taman ini tidak akan merusak tanaman lainnya, namun justru dianggap sebagai pemafaatan lahan kosong untuk menghasilkan nilai ekonomi. Cara budidaya dengan umbi ini nantinya akan tumbuh kembali setelah panen dengan cara meninggalkan di lubangnya semula.

Apa Saja Keuntungan Membudidayakan Porang?


Porang bisa dipanen setelah ditanam selama 3 tahun dan untuk memanennya cukup mengambil umbi berukuran paling besar. Umbi yang berukuran kecil dibiarkan saja di tempatnya agar nanti saat musim hujan bisa tumbuh lagi menjadi lebih besar. Setelah mengambil umbi yang besar, kemudian dilakukan pembersihan, dipotong, serta diiris untuk dijemur sampai benar-benar kering. Beberapa keuntungan membudidayakan porang atau iles-iles, antara lain:


  • Tanaman porang meruopakan komoditas ekspor yang tinggi.
  • Tanaman porang menjadi solusi tepat untuk pertanian saat ini.
  • Permintaan pasar yang tinggi sehingga berkempatan untuk berbisnis.
  • Harga porang basah perkilonya cukup menggiurkan.


Meningkatnya jumlah petani porang dapat membantu pemerintah untuk mengatasi masalah pengangguran, penyerapan tenaga kerja, serta mempercepat pembangunan. Untuk itu, jika Anda berencana untuk membudidayakan porang maka akan berkesempatan mendapatkan hasil yang memuaskan. Hal ini dikarenakan tanaman porang sudah menjadi bisnis yang cukup menjanjikan, terutama untuk petani daerah pedesaan. 
TANAMAN PORANG DAN CARA BUDIDAYA
TANAMAN PORANG DAN CARA BUDIDAYA
Mengenal tanaman porang lebih lanjut memang berguna karena memiliki manfaat yang berlimpah. Porang atau lebih sering disebut dengan iles-iles ini merupakan tanaman penghasil umbi dari keluarga Araceae dan genus Amorphophallus. Tumbuhan porang memiliki ciri-ciri, yakni tumbuh dengan tangkai atau batang tunggal yang berdiri tegak dan lunak serta bercorak belang hijau putih seperti panu. Sekilas, tanaman porang memiliki penampilan fisik yang sangat mirip dengan suweg sehingga banyak yang salah mengira. Untuk mengenal tanaman porang secara mendalam, berikut beberapa penjelasan yang mungkin belum Anda ketahui.

Beberapa Manfaat Tanaman Porang Secara Umum


Jika sudah mengenal tanaman porang, manfaatnya juga perlu diketahui lebih lanjut. Glukomannan merupakan zat kimia yang terkandung di dalam tanaman porang. Kadar glukomannan dalam umbi bervarasi tergantung dari umur tanaman, jenis tanaman, perlakuan sebelum dikeringkan, dan pada saat proses pengolahan lebih lanjut. Umbi tanaman ini tak hanya bermanfaat sebagai pangan fungsional, namun dapat pula diolah menjadi tepung untuk bahan industri.

Mannan pada umbi juga bisa dimanfaatkan sebagai penjernih dan pemurni bagian koloid yang terapung dalam industri bir, gula, minyak, dan serat. Di jepang, umbi diolah dengan cara memasaknya terlebih dahulu lalu dilumatkan untuk mendapatkan patinya. Setelah itu, barulah dipadatkan menggunakan air kapur menjadi gel yang disebut dengan Konnyaku atau olahan berbentuk lempengan dan shirataki berbentuk seperti mi. Keduanya merupakan menu utama yang disebut shabu-shabu dan bisa juga dikombinasikan dengan hidangan laut, daging, atau sayuran.

Budidaya Tanaman Porang yang Bisa Dilakukan


Beberapa manfaat tanaman porang bisa didapatkan jika mengetahui cara membudidayakannya. Terdapat syarat-syarat untuk membudidayakan tanaman porang, yakni dengan melihat keadaan iklim, keadaan tanah, serta kondisi di lingkungan sekitar.


  • Keadaan iklim


Tanaman talas-talasan atau porang ini memiliki toleransi yang tinggi terhadap naungan atau tempat teduh. Cahaya maksimum yang dibutuhkan oleh tanaman ini mencapai 40 persen dengan tinggi tempat tumbuh yang ideal pada 100 hingga 600 Mdpl.


  • Keadaan tanah

Sebagai tanaman yang diambil umbinya, keadaan tanah harus baik agar menghasilkan umbi yang besar. Keadaan tanah harus gembur atau subur serta tidak tergenang dengan air. Meskipun begitu, tanaman talas-talasan dapat tumbuh pada jenis tanah apapun dengan pH tanah 6 sampai 7.

  • Kondisi lingkungan

Porang memerlukan tanaman keras sebagai tegakan yang melindungi dari sinar matahari langsung. Keteduhan yang diberikan bisa secukupnya saja sekitar 40 persen karena bergantung pada kerapatan pohon. Dengan kondisi lingkungan seperti ini, tanaman talas-talasan banyak dibudidayakan di hutan rakyat seperti jati dan mahoni.


Jika syarat-syarat di atas diterapkan dengan baik, maka porang yang dibudidayakan bisa tumbuh dengan baik. Karena itu, sudahkah memutuskan untuk melakukan usaha porang ini?
Tanaman porang atau iles-iles memiliki tampilan serupa dengan suweg dan walut yang mudah ditemukan di pekarangan, terutama di desa. Salah satu perbedaan dari kedua tanaman ini terletak pada adanya buah pada cabang tangkai daun. Secara tampilan, porang tumbuh dengan tangkai tunggal atau batang bercorak belang-belang hijau dan putih. Tangkai tumbuhan ini kemudian menjulurkan cabang-cabang sebagai tangkai daun. 

Cara Membudidayakan Tumbuhan Porang, JUAL PORANG INDONESIA
Cara Membudidayakan Tumbuhan Porang


Ini Dia Cara Membudidayakan Porang Paling Tepat


Porang termasuk jenis tanaman yang mudah rumbuh di berbagai jenis tanah. Namun, biasanya dikenal sebagai tanaman yang hidup di hutan tropis sehingga tumbuh baik pada daratan rendah. Meski mudah tumbuh, dalam membudidayakan agar berhasil dengan baik perlu memperhatikan beberapa syarat berikut ini:

Keadaan iklim daerahnya


Tanaman porang dapat tumbuh pada ketinggian antara 0 sampai 700 mdpl, namun paling ideal berada di ketinggian 100 hingga 600 mdpl. Tumbuhan ini memiliki sifat khusus, yakni toleransi terhadap naungan atau tempat teduh. 

Keadaan tanah

Untuk mendapatkan hasil yang optimal, tanaman porang menghendaki kondisi tanah yang subur atau gembur serta tidak becek. Kandungan PH dalam tanah yang dapat ditumbuhi oleh porang biasanya antara 6 hingga 7.

Kondisi lingkungannya

Tumbuhan porang dapat tumbuh dengan baik di antara jenis tanaman naungan seperti jati, mahoni sono, dan lainnya. Namun, dengan satu syarat yakni tingkat kerapatan naungan minimal 40% karena semakin rapat maka akan semakin baik. 

Umbi porang dapat dipanen setelah berusia 3 tahun atau batangnya sudah terlihat menguning. Dalam setiap pohon, biasanya dapat memanen hasil sebanyak 2 kilogram umbi dan dalam setiap hektar bisa diperoleh 12 ton atau sekitar 1,5 ton kering. Tanaman porang memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi. 

Sebenarnya, tanaman porang sudah dibudidayakan sejak lama sehingga menjadi prospek yang sangat bagus untuk dikembangkan. Tanaman porang menjadi komoditas ekspor di Jepang dan China. Porang yang berbentuk bulat tak beraturan diolah dengan cara diiris tipis dan dikeringkan. Jika sudah, barulah bisa akan jadi tepung yang merupakan bahan makanan. 

Manfaat Tanaman Porang Untuk Bahan Pangan


Beberapa manfaat tanaman porang yang perlu Anda ketahui:


  • Sebagai bahan pembuatan perekat atau lem yang ramah lingkungan.
  • Sebagai campuran pembuatan kertas agar lebih kuat dan lemas.
  • Sebagai pengganti media tempat tumbuh mikroba.
  • Sebagai bahan campuran pembuatan komponen pesawat terbang.
  • Sebagai bahan pembuatan mie di Jepang, seperti shiratake atau konnyaku.
  • Sebagai bahan untuk menjernihkan air atau memurnikan keloid yang terapung.
  • Sebagai pengental sirup dan perekat pada es krim sehingga tidak mudah meleleh.
  • Sebagai pengganti kanji pada industri tekstik sehingga terlihat lebih mengkilap.
  • Sebagai pengganti gel silicon yang sangat baik untuk isolator listrik. 


Setelah mengetahui beberapa manfaat tanaman porang di atas, apakah Anda tertarik untuk menekuni bisnis ini? Jika ya, cara membudidayakannya harus diketahui dan dipraktikkan dengan benar agar memperoleh hasil yang diinginkan.