WHAT'S NEW?
Loading...
HARGA TANAMAN PORANG 2019

Harga tanaman porang 2019 semakin meningkat sehingga ketertarikan masyarakat untuk berbisnis tanaman ini juga besar. Porang sendiri kerap dikira sebagai suweg, padahal kedua tanaman ini jelas berbeda. Tanaman porang atau biasa disebut iles-iles mudah dibudidayakan karena mampu tumbuh di dataran tinggi maupun dataran rendah. Porang (Amorphopallus muelleri) merupakan tanaman herbal yang dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian sekitar 1,5 meter.

Secara fisik, tanaman porang tumbuh dengan tangkai tunggal atau batang bercorak belang-belang berwarna hijau dan putih. Porang termasuk jenis tumbuhan yang dapat tumbuh di bawah pepohonan penyangga seperti pohoh jati. Meski pohon jati menjadi nomor satu dikarenakan kadar airnya tidak sebanyak pohon lainnya, namun tanpa naungan pohon porang akan tetap bisa produktif.

Harga Porang Serta Khasiatnya Bagi Kehidupan


Harga tanaman porang 2019 jika dijual dalam kondisi kering sekitar Rp50 ribu per kilonya. Namun, apabila masih dalam bentuk basah atau umbinya hanya sekitar Rp6000 per kilo. Padahal porang kini telah menjadi komoditi ekspor, terutama di Jepang dan China. Jepang menjadi salah satu negara yang rutin membeli porang dari Indonesia.

Perlu diketahui, masa panen umbi porang hanya 2 musim dalam perawatan dalam artian keseimbangan unsur tanah melalui pemupukan wajib. Khasiat tanaman porang adalah sebagai bahan dasar untuk berbagai campuran mulai dari tepung, lem, bahan dasar uang kertas, isolator listrik, pengental sirup, hingga penjernih air. Tak hanya itu, porang juga menjadi bahan obat-obatan, dimana glucomannan dimanfaatkan untuk pembentuk kapsul pada obat.

Beberapa Olahan yang Terbuat dari Umbi Porang


Kadar glucomnannan pada tumbuhan porang berkhasiat bagi tubuh, yakni mengurangi kadar kolesterol dalam darah, memperlambat pengosongan perut, serta mempercepat rasa kenyang. Karena itu, dengan khasiat tanaman porang ini sangat cocok untuk makanan diet bagi penderita diabetes. Beberapa olahan tanaman porang lainnya yang perlu diketahui, antara lain sebagai berikut:

  • Porang sebagai bahan pembuatan mie

Usaha tanaman porang sudah banyak dilakukan oleh masyarakat karena banyaknya manfaat yang diperoleh, salah satunya sebagai bahan makanan. Porang dalam bentuk tepung bisa diolah menjadi mie.

  • Porang sebagai sereal

Bahan pembuat sereal yang sudah kita kenal sebelumnya terbuat dari gandum. Hampir semua jenis gandum mengandung gluten, termasuk biji gandum dan oat. Nah, disini porang menjadi solusi pengganti bahan tersebut.

  • Porang sebagai bahan roti

Kebanyakan roti terbuat dari tepung gandum dan jelai, termasuk muffin, bagel, croissant, burger, hingga pizza. Nah, disini porang menjadi bahan pengganti yang cukup penting.

  • Porang sebagai pasta

Pasta merupakan masakan Itali yang cukup terkenal dan terbuat dari gandum. Sama seperti roti, porang menjadi bahan pengganti pembuatan pasta termasuk makanan lain seperti makaroni, spageti, dan fettucine.

  • Porang sebagai bahan pembuat kue

Seperti yang diketahui, kue dan biskuit terbuat dari tepung tergiu dan gandum. Karena itu, porang bisa dijadikan sebagai pengganti bagan pembuat kue tradisional, seperti bolu, getuk, brownies, maupun nastar.

Setelah mengetahui harga tanaman porang 2019 dan berbagai manfaatnya, apakah tertarik untuk mengembangkan bisnis ini. Keuntungan serta manfaat dari porang akan didapatkan secara maksimal jika tekun dan sabar saat memulai budidaya tanaman ini. 
HARGA TUMBUHAN PORANG

Saat ini, harga tumbuhan porang cukup tinggi sehingga menjadikannya bisnis yang menjanjikan. Bagi yang belum mengetahui lebih mendalam mengenai tanaman porang atau iles-iles, berikut penjelasan singkatnya. Tanaman porang adalah tanaman penghasil umbi. Termasuk ke dalam keluarga Araceae dan genus Amorphophallus, tumbuhan ini memiliki ciri khas yakni tumbuh dengan tangkai atau batang tunggal yang berdiri tegak serta bertekstur lunak. Selain itu, porang atau iles-iles ini juga memiliki tanda corak belang hijau putih seperti panu.

Batang tunggal pada tumbuhan porang kemudian akan memecah hingga membentuk cabang. Cabang tersebut nantinya akan memecah lagi untuk membentuk tangkai daun. Ketika melihat sekilas, tanaman porang memang memiliki penampilan fisik yang sangat mirip dengan suweg. Namun, perlu diketahui jika porang dan suweg adalah tanaman yang berbeda. Perbedaan dapat dilihat dari adanya bintil pada tanaman porang yang terletak di cabang tangkai daun atau biasa dikenal dengan nama katak.

Manfaat Serta Harga Tumbuhan Porang


Proses pemeliharaan dan perawatan tumbuhan porang tidak memakan biaya serta tenaga yang banyak. Hal ini dikarenakan bibit porang yang ditanam tidak akan mati. Tanaman porang atau iles iles biasanya dapat hidup di hutan tropis. Tanaman ini mudah beradaptasi pada daerah dataran rendah sehingga banyak ditemukan di antara tegakan pohon hutan, seperti pohon sono, pohon mahoni, dan pohon jati. Porang atau iles iles termasuk tanaman semak karena hanya memiliki tinggi 100 hingga 150 cm dengan umbi yang berada di dalam tanah.

Meskipun dapat hidup dan tumbuh dengan baik di berbagai jenis tanah, namun cara membudidayakan porang perlu diperhatikan. Beberapa syarat yang perlu diketahui jika ingin membudidayakan porang atau iles-iles adalah keadaan iklim, keadaan tanah, serta kondisi lingkungan. Tumbuhan porang sangat toleransi terhadap naungan atau tempat teduh sehingga hanya membutuhkan cahaya maksimum sampai 40 persen. Sementara itu, keadaan tanah yang bisa ditumbuhi porang adalah dengan pH antara 6 sampai 7 dan tingkat kerapatan naungan minimal 40 persen sehingga semakin rapat maka akan semakin baik.


  • Manfaat Tanaman Porang


Tanaman porang memiliki hasil berupa umbi yang mengandung Glucomannan berbenrtuk tepung. Glucomannan sendiri merupakan serat alami yang dapat larut dalam air dan diekstrak dari akar ubi gajah atau dikenal juga sebagai konjac mannan. Glukomanan lazim digunakan sebagai aditif makanan yakni sebagai emulsifier dan pengental. Karena itu, porang menjadi buruan para investor karena banyak manfaat tersembunyi lainnya, seperti bahan pembuatan lem yang ramah lingkungan, pengganti gel silikon yang baik sebagai isolator, penjernih air, bahan campuran dalam pembuatan pengkilap kain, hingga bahan makan jepang berupa mie.


  • Harga Tanaman Porang


Porang atau iles iles sebenarnya sudah dibudidayakan sejak 1970 silam. Sementara itu, budidaya porang utnuk sementara masuh berpusat di daerah Jawa, terutama Jawa Timur. Padahal, tanaman porang memiliki prospek yang sangat bagus untuk dikembangkan lebih lanjut. Tumbuhan porang atau iles iles merupakan komoditas ekspor dengan pangsa pasar utama Jepang dan China. Karena nilai ekonomisnya yang sangat tinggi menjadikan harga tumbuhan porang bisa mencapai 9 ribu hingga 10 ribu per kilogram dalam keadaan basah dan 50 ribu hingga 60 ribu per kilogram dalam bentuk irisan kering,

Peluang bisnis untuk membudidayakan tanaman porang memang sangat terbuka lebar sehingga siapa saja bisa melakukannya. Namun, perlu disertai juga dengan usaha maksimal berupa cara budidaya tumbuhan porang yang tepat. Karena itu, segera manfaat peluang budidaya porang yang sudah terbuka lebar ini dengan memahami teknik membudidayakan agar bisnis yang ingin dilakukan bisa berjalan dengan lancar.
TEMPAT PEMASARAN PORANG

Tempat pemasaran porang yang sudah menjadi langganan sejak sepuluh tahun terakhir adalah Jepang dan China. Indonesia sendiri merupakan negara yang memiliki beragam umbi-umbian, salah satunya yang sedang populer saat ini yakni porang. Umbi porang sangat diminati pasar luar negeri karena nilai ekspornya yang cukup tinggi. Porang atau iles-iles ini sangat diminati sehingga menjadi komoditas ekspor ke beberapa negara, seperti Vietnam, Australia, Jepang, China, hingga Korea.

Apa Saja Manfaat dari Kandungan Tanaman Porang?


Umbi yang banyak ditemukan di hutan ini beracun, namun dengan pengolahan yang tepat dapat menghasilkan berbagai manfaat. Manfaat umbi porang atau dengan nama latin Amorphopallus oncophillus ini oleh sebagian masyarakat dijadikan sebagai sumber pangan lokal. Hal ini dikarenakan tanaman yang merupakan family bunga bangkai ini mengandung Glucomannan cukup tinggi. 

Glukomanan sendiri banyak digunakan dalam industri obat, makanan, minuman, kosmetik, bahan perekat atau lem, pertambangan, bahan dasar industri perfilman, industri pesawat terbang, hingga industri tekstil. Sementara di Jepang, tanaman porang digunakan sebagai bahan baku pembuatan makanan, seperti Konyaku, dan Shirataki. 

Tak hanya itu, umbi porang juga memiliki mineral tinggi yang penting bagi metabolisme tubuh, yakni kalium, magnesium, dan fosfor serta unsur kelumit seperti selenium, seng, dan tembaga. Pemasaran tanaman porang menyebar cukup luas karena beberapa manfaat lainnya, berupa pembuatan chips, mie, tahu, beras tiruan rendah kalori, hingga tepung glukomanan

Tanaman porang pada umumnya dapat tumbuh pada jenis tanah apa saja pada ketinggian 0 hingga 700 mdpl. Namun, sebaiknya tanaman porang ditanam pada tanah yang gebur dan tidak tergenang dengan derajat keasaman tanah yang ideal yakni antara pH 6 hingga 7. Porang mempunyai toleransi tinggi terhadap naungan atau tempat teduh dan hanya membutuhkan cahaya maksimum sampai 40 persen. Sementara, untuk kerapatan tingkat naungan minimal 40 persen karena semakin rapat akan semakin baik. 

Perlu Diperhatikan, Berikut Tahap Penanaman Porang! 


Tanaman porang paling baik ditanam ketika musim hujan, yakni sekitar bulan November hingga Desember. Tahap penanaman porang yang perlu diketahui, yakni sebagai berikut:

  • Bibit yang telah dipilih dimasukkan satu per satu ke dalam lubang tanam dengan letak bakal tunas menghadap ke atas.
  • Untuk setiap lubang tanam biasanya akan diisi satu bibit porang dengan jarak tanam 1 m x 1 m.
  • Setelah bibit tanaman porang dimasukkan, tutup lubang tanam dengan tanah setelah 3 cm.

Sentra pengolahan tepung porang sudah berkembang di beberapa daerah di Indonesia, seperti Pasuruan, Madiun atau Jawa Timur, Wonogiri atau Jawa Tengah, serta Bandung atau Jawa Barat. Pasar untuk produk olahan tujuan ekspor sangat berpotensi serta terbuka cukup luas. Namun, salah permasalahan yang dihadapi terletak pada penyediaan bahan baku. Melihat manfaat yang sangat besar dari komoditas ini, pasar dalam negerti diharapkan bisa mulai membidik dengan serius. Hal ini dikarenakan apabila pasar dalam negeri sudah berkembang, maka porang akan bisa digarap dengan sungguh-sungguh selayaknya industri yang berperan penting dalam peningkatan kesejahteraan petani. 
FUNGSI TEPUNG PORANG

Fungsi tepung porang sangat beragam, terutama untuk bahan pangan. Porang merupakan jenis tanaman umbi yang memiliki potensi dan prospek tinggi untuk dikembangkan di Indonesia. Porang atau Amorphophallus oncophyllus termasuk tanaman lokal yang dikembangkan di Indonesia. Tanaman yang masuk ke dalam family Araceae ini adalah tumbuhan semak atau herba yang berumbi di dalam dalam tanah dan menghasilkan karbohidrat.

Sebagaimana yang diketahui, tanaman porang bisa tumbuh dengan melalui 2 metode, yakni secara vegetatif menggunakan umbi batang, bagian umbi batang, umbi daun, dan bagian umbi, serta secara genetatif melalui biji. Biasanya, waktu yang diperlukan oleh tanaman porang untuk menjadikan bibit siap panen cukup lama, yaitu antara 4 hingga 6 bulan.

Tanaman porang tumbuh dalam bentuk semak dengan ketinggian 100 hingga 150 cm, berbatang halus, dan tangkai serta daunnya yang berwarna hijau bergaris-garis dengan bercak putih. Porang menjadi salah satu tanaman lorong di antara tanaman tahunan sehingga lebih menyukai lingkungan dengan tingkat naungan tinggi dan kelembapan yang cukup. Karena itu, perlu diketahui jika umbi porang menjadi termasuk salah satu kekayaan alam yang tidak banyak dikenal dan digunakan sebagai bahan pangan lokal padahal banyak tumbuh di lahan hutan Jawa Timur.

Beberapa Manfaat Serta Olahan Tepung Porang


Porang merupakan jenis tanaman umbi yang mampu menghasilkan karbohidrat dan tingkatan panen tinggi. Umbi porang yang besar bisa mencapai 5 kg dengan cita rasa yang netral sehingga mudah dipadupadankan dengan berbagai bahan baku pembuatan kue tradisional maupun modern. Tepung porang dapat pula dipakai untuk pangan fungsional yang memiliki manfaat dalam menekan peningkatan kadar glukosa darah sekaligus mengurangi kadar kolesterol serum darah.

Olahan tanaman porang yang berhasil dimanfaatkan biasanya digunakan sebagai serat pangan dalam jumlah tinggi. Olahan tanaman porang ini dapat membantu memberikan pertahanan pada manusia terhadap berbagai macam penyakit, yakni kanker usus besar, divertikular, kardiovaskular, kegemukan, kolesterol tinggi dalam darah, hingga kencing manis.

Pada beberapa negara, olahan tanaman porang sering digunakan untuk menggantikan fungsi terigu sehingga di Filipina kerap dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan roti. Di negara Jepang, umbi porang telah banyak dimanfaatkan untuk bahan pembuatan mi instan. Penggunaan tepung glukomanan dari umbi porang juga dapat digunakan sebagai bahan baku utama produk mie rendah kalori. Mie ini akhirnya menjadi salah satu produk pangan alternatif yang dinilai sangat profesional sebagai solusi dalam melepaskan ketergantungan Indonesia akan gandum dan tepung terigu.

Industri Porang Jadi Daya Tarik Karena Ragam Fungsinya


Sekarang ini umbi porang telah dimanfaatkan oleh industri di Indonesia sebagai bahan tambahan atau fungsional produk makanan. Hal ini dikarenakan manfaat dari umbi porang, yakni memiliki kandungan glukomnanan yang berfungsi sebagai pengental makanan hingga pembentuk tekstur.

Tanaman porang yang memiliki kandungan senyawa glukomanan dan kemudian diolah menjadi tepung bernilai jual yang cukup tinggi. Namun, biasanya, porang lebih banyak diekspor dalam bentuk mentah ke Jepang, China, Korea, dan Taiwan daripada diolah terlebih dahulu. Pengembangan tanaman porang untuk kedepannya memang sangat menjanjikan. Meskipun begitu, membudidayakan tanaman porang butuh investasi awal yang tinggi.
PERBEDAAN TANAMAN PORANG DAN SUWEG

Perbedaan tanaman porang dan suweg memang agak sulit, karena itu hal ini perlu diketahui lebih lanjut. Tanaman porang dan suweg merupakan tanaman satu genus atau marga yakni Amorphophallus. Kedua tanaman ini termasuk ke dalam jenis tanaman talas-talasan dan yang paling populer adalah bunga bangkai raksasa karena ukurannya yang besar dan berbau. Membedakan porang dan suweg memang cukup sulit karena bentuk, batang, warna batang, hingga bentuk daunnya hampir sama. 

Porang dan suweg adalah tumbuhan semak atau herba yang tumbuh dengan tinggi 100 hingga 150 cm, berbatang tegak, lunak, berwarna hijau atau kehitaman, serta belang-belang atau bercak putih. Tangkai daun yang keluar dari umbi biasanya dikatakan sebagai batang tunggal yang memecah menjadi tiga batang sekunder dan akan memecah lagi menjadi tangkai daun. Jika seluruh daun termasuk tangkainya sudah menjadi layu, maka menandakan umbi sudah siap untuk dipanen. Kondisi ini juga termasuk tanda fase pembungaan yang akan segera terjadi. 


Perbedaan Antara Tanaman Porang dan Suweg


Ciri khas yang dimiliki oleh tanaman ini adalah bunganya yang majemuk dan tumbuh pada tongkol yang dilindungi oleh seludang bunga. Jenis tanaman talas-talasan ini biasanya ditemukan di hutan-hutan tropis karena mudah tumbuh di berbagai jenis tanah. Beberapa perbedaan porang dan suweg yang perlu diketahui lebih lanjut, yakni sebagai berikut:


  • Tanaman porang

Perbedaan tanaman porang dan suweg biasanya cukup banyak mulai dari tangkai daun, keadaan batang, warna irisan umbi, dan lain sebagainya. Pada tamanan porang atau iles-iles beberapa spesifikasinya, yakni buah terdapat dicabang tangkai daun, batang terasa lunak serta halus, warna irisan umbi berwarna kuning cerah serta tidak berserat, batang berwarna hijau dengan bercak putih, tumbuh dengan umbi tunggal, dan kulit umbi memiliki tekstur kasar serta berwarna coklat tanah.


  • Tanaman suweg

Kedua tanaman ini memang kerap sulit dibedakan, karena itu beberapa spesifikasi suweg perlu diketahui lebih lanjut. Pada tanaman suweg, tidak terdapat buah di cabang tangkai daun, keadaan batang agak kasar namun lunak, warna irisan umbi putih dengan semburan merah jamu atau ungu yang berserat, batang berwarna hijau kehitaman dengan bercak putih, mata tunas pada umbi lebih dari satu, serta kulit umbi memiliki tekstur kasar dan berwarna coklat tanah. 

Perbedaan tanaman porang dan suweg juga bisa dilihat dari ukuran diameter umbi dan batangnya. Diameter umbi suweg biasanya sekitar 40 cm, sementera untuk porang sekitar 20 cm. Ukuran batang juga memiliki perbedaan, yakni suweg 10 hingga 15 cm dan porang 5 hingga 10 cm. Cara perkembangbiakkan porang dan suweg juga agak berbeda. Suweg dapat berkembang biak dengan baik menggunakan biji bunga dan mata tunas umbi. Sedangkan porang bisa dibudidayakan menggunakan biji bunga, buah, serta umbi. 


Keuntungan yang Didapat Jika Membudidayakan Porang


Tanaman talas-talasan sekarang ini sedang banyak diburu karena memiliki manfaat yang beragam. Membudidayakan tanaman porang sendiri sangat berguna karena memiliki beragam manfaat, yakni sebagai suplemen pangan bagi penderita diabetes melitus, tekanan darah tinggi, kolesterol, sembelit, hingga berguna untuk menurunkan berat badan. Hal ini dikarenakan adanya kandungan glukomannan yang bisa juga diolah sebagai tepung hingga beberapa bahan industri lainnya. Jika Anda tertarik untuk membudidayakan tanaman ini, beberapa syarat untuk menanamnya perlu dilakukan. 
BUDIDAYA TANAMAN PORANG

Mungkin masih banyak di antara kita yang belum mengetahui apa itu porang serta kegunaannya. Porang merupakan tanaman tropis yang termasuk ke dalam keluarga iles-iles. Tanaman ini memiliki umbi dengan kandungan Glucomannan yang snagat tinggi sehingga bermanfaat bagi berbagai jenis kebutuhan. Meski pun begitu, tanaman porang ini belum terlalu dikenal masyarakat padahal permintaan di pasar cukup tinggi.

Pembudidayaan porang saat ini tidak terlalu banyak dilakukan, namun perlu diketahui jika cara menanamnya tak terlalu sulit. Industri porang kian hari semakin meningkat  karena mampu memberikan stok yang cukup dalam mengimbangi permintaan pasar. Porang sebenarnya dapat ditanam di lahan atau tanah jenis manapun, akan tetapi yang paling baik dilakukan di lahan bawah pohon jati, sengon, ataupun mahoni.

Ketahui, Berikut Teknik Pembudidayaan Tanaman Porang


Dalam membudidayakan porang, terdapat beberapa teknik yang bisa dilakukan khususnya ketika membuat bibit porang. Dalam membuat bibit porang, hal pertama yang harus dilakukan adalah menggunakan bijinya, Tanaman porang akan berbungan setelah berusia 4 tahun, dan nantinya berubah menjadi buah yang bisa menghasilkan biji. Biji yang sudah diperoleh ini sangat baik dikembangbiakkan pada saat musin hujan.

Teknik kedua yang dapat dikakukan ketika akan membudidayakan porang adalah menggunakan bintil yang terdapat di antara cabang dan batang. Bintil tersebut kemudian bisa ditanam untuk dikembangbiakkan lebih lanjut. Tak hanya dengan biji dan bintil, porang juga bisa dibudidayakan dengan menggunakan umbinya. Porang paling baik dibudidayakan dengan cara menanamnya di bawah pohon besar, seperti jati. Sistem taman ini tidak akan merusak tanaman lainnya, namun justru dianggap sebagai pemafaatan lahan kosong untuk menghasilkan nilai ekonomi. Cara budidaya dengan umbi ini nantinya akan tumbuh kembali setelah panen dengan cara meninggalkan di lubangnya semula.

Apa Saja Keuntungan Membudidayakan Porang?


Porang bisa dipanen setelah ditanam selama 3 tahun dan untuk memanennya cukup mengambil umbi berukuran paling besar. Umbi yang berukuran kecil dibiarkan saja di tempatnya agar nanti saat musim hujan bisa tumbuh lagi menjadi lebih besar. Setelah mengambil umbi yang besar, kemudian dilakukan pembersihan, dipotong, serta diiris untuk dijemur sampai benar-benar kering. Beberapa keuntungan membudidayakan porang atau iles-iles, antara lain:


  • Tanaman porang meruopakan komoditas ekspor yang tinggi.
  • Tanaman porang menjadi solusi tepat untuk pertanian saat ini.
  • Permintaan pasar yang tinggi sehingga berkempatan untuk berbisnis.
  • Harga porang basah perkilonya cukup menggiurkan.


Meningkatnya jumlah petani porang dapat membantu pemerintah untuk mengatasi masalah pengangguran, penyerapan tenaga kerja, serta mempercepat pembangunan. Untuk itu, jika Anda berencana untuk membudidayakan porang maka akan berkesempatan mendapatkan hasil yang memuaskan. Hal ini dikarenakan tanaman porang sudah menjadi bisnis yang cukup menjanjikan, terutama untuk petani daerah pedesaan. 
KEGUNAAN TUMBUHAN PORANG

Porang di daerah Jawa biasanya dikenal juga dengan nama suweg. Tanaman porang atau amorphopallus oncophillus merupakan tanaman yang hidup di hutan tropis. Tanaman ini mudah ditanam di dataran rendah, yakni antara jati dan pohon sono. Tumbuhan porang atau suweg termasuk semak atau herba yang memiliki tinggi 100 hingga 150 cm dengan umbi yang berada di dalam tanah. 

Tanaman porang atau suweg memiliki batang tegak, lunak, bertekstur halus berwarna hijau atau hitam belang-belang putih. Batang tunggal akan memecah menjadi tiga batang sekunder dan akan memecah lagi sekaligus menjadi tangkai daun. Batang akan tumbuh bintil atau katak berwarna cokelat kehitam-hitaman sebagai alat perkembangbiakan untuk tanaman porang. Tinggi tanaman porang bisa mencapai hingga 1,5 meter sangat tergantung pada umur dan kesuburan tanah. Umbi ini yang kemudian akan dipungut hasilnya karena memiliki zat glucomanan.

Bagaimana Prospek Budidaya Tanaman Porang?


Membudidayakan tanaman porang memiliki prospek yang cukup menjanjikan karena nilai ekonominya. Tak hanya itu, porang atau suweg sangat berguna untuk industri dan kesehatan. Hal ini dikarenakan adanya kandungan zat glucomanan yang ada di dalamnya. Beberapa manfaat yang dihasilkan dari umbi porang, antara lain bahan lem, tahu, mie, film, perekat tablet, pembungkus kapsul, serta penguat kertas. 

Di Jepang, tumbuhan porang digunakan sebagai bahan baku pembuatan makanan, seperti Konyaku dan Shirataki. Selain itu, umbi porang juga memiliki mineral tinggi yang penting untuk metabolisme, yakni kalium, magnesium, fosfor, serta unsur kelumit seperti selenium, seng, hingga tembaga. Umbi porang atau suweg dapat pula dibuat chips. Chips setelah dimurnikan jadi tepung dan dibuat menjadi aneka makanan, antara lain mie, tahu, dan beras tiruan rendah kalori. Selanjutnya, porang bisa diolah menjadi keripik dan tepung glukomanan.

Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Menanam Porang


Tanaman porang atau suweg mempunyai toleransi tinggi terhadap naungan atau tempat teduh dan hanya membutuhkan cahaya maksimum hingga 40 persen. Tingkat kerapatan naungan minimal 40 persen sehingga semakin rapat maka akan semakin baik. Perkembangbiakkan tanaman porang bisa dilakukan dengan cara generatif maupun vegetatif. Secara umum, perkembangbiakkan bisa juga dengan katak, dengan biji atau buah, serta dengan umbi. 

Umbi tanaman porang banyak ditemukan di hutan karena bisa tumbuh baik di berbagai tanah. Namun, jika ingin membudidayakan porang maka perlu dikelola dengan tepat. Karena itu, umbi bisa dijadikan untuk berbagai aneka bahan pangan untuk kebutuhan masyarakat. 

Hingga saat ini, orientasi pemasaran tanaman porang atau suweg masih diarahkan sebagai komoditas eksor. Dengan adanya manfaat tanaman porang yang sangat besar dari komoditas ini, pasar dalam negeri pun mulai dibidik secara serius. Jika pasar dalam negeri sudah berkembang, maka porang atau suweg bisa digarap dengan sungguh-sungguh seperti industri makanan. Dalam hal ini, yang terpenting adalah bisa meningkatkan kesejahteraan petani.